Postingan

Di Sabtu yang Bersejarah itu, Beliau Menangis

 Di Sabtu yang Bersejarah itu, Beliau Menangis   Masjid Jami dari samping Aku menangkap atmosfer berbeda menyelimuti masjid Jami. Beberapa orang gadis bermukena putih dengan sajadah tersampir di pundak berlalu lalang, sibuk mengangkat dan memindahkan tiang satir pembatas shaf. Ujungnya yang menggesek lantai menimbulkan suara mendecit-decit mengilukan pendengaran, bagaikan suara biola tua raksasa yang telah rusak. Perlahan-lahan, terlihat ribuan makhluk dari bani adam duduk berdesak-desakan di depan mimbar. Beberapa mata mencuri pandang ke arah kami, para santriwati.  Hampir semua wajah yang hadir saat ini menampilkan sebuah ekspresi yang sama. Gelisah, penasaran, gerah, terheran-heran. Bagaiman tidak, kami semua mengetahui, satir pembatas masjid tidak pernah dibuka, kecuali pada setiap pagi di hari Jum'at, dalam majelis bernama ta'lim mudir, atau dalam setiap acara seminar. Pasalnya ini adalah Sabtu, bukan saat yang tepat untuk ta'lim mudir, dan jam menunjukkan angka 12.3...
Postingan terbaru